mampir sedelot
some_text some_text some_text

LAMPURA

SALAM DAMAI INDONESIA

Senin, 07 Mei 2012

Pilihan Do'a

Setiap hari, setiap
waktu, kita selalu berdoa. Tapi apakah doa-doa yang
kita panjatkan itu akan terkabul? “Wallahu ‘A’lam” .
Tapi, ternyata untuk mendapatkan doa mustajab atau
doa yang cepat terkabul, ada waktunya tersendiri.
Namun demikian, bukan berarti diluar waktu doa
yang mustajab manjur tersebut kita tidak berdoa dan
memohon kepada Allah SWT. Kita sebagai hamba-Nya
hanya bisa berdoa dan berusaha, sedangkan yang
menentukan adalah Allah SWT. Allah SWT telah
memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa,
sebagaimana Firman-Nya dalam Q.S Al-Mukmin :
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdo’alah
kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembah-Ku
akan masuk neraka Jahannam dalam
keadaan hina dina’”. (QS. Al-Mukmin 40: 60)
Untuk itu, marilah kita jangan sungkan-sungkan untuk
selalu berdoa, meminta kepada Allah agar kita terjaga
dari godaan-godaan syaitan yang terkutuk, selamat
dunia akhirat, menjadi manusia yang berguna, berbakti
kepada nusa, bangsa serta agama. Dan dibawah ini
merupakan kumpulan waktu doa mustajab atau
waktu-waktu dimana doa kita mudah dikabulkan serta
dilengkapi dengan hadist-hadits yang menerangkan
tentang doa mustajab.

1. Do’a Seorang Muslim Untuk Saudaranya Tanpa
Dia Ketahui
Diriwayatkan dari Abu Darda’ ra., bahwasanya ia
berkata, “Apabila seorang Muslim mendo’akan
saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka pasti
malaikat yang ditugaskan (kepadanya) akan
mengucapkan, “Engkaupun akan mendapatkan yang
semisalnya”. (HR. Muslim)

2. Do’a Orang Yang Teraniaya
Ketika Rasulullah SAW mengutus Mu’adz ke Yaman,
beliau bersabda kepadanya, “Takutlah kalian terhadap
do’a orang yang dizhalimi, karena tidak ada hijab antara
do,a itu dengan Allah” (HR. Bukhari)

3. Do’a Orang Tua Untuk Anaknya
4. Do’a Seorang Musafir
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW
bersabda, “Ada tiga do’a mustajab yang tidak diragukan
lagi, yaitu do’a orang yang teraniaya, do’a musafir, dan
do,a orang tua untuk anaknya” (HR. Tirmidzi, dll. Dinilai
hasan oleh al-Albani)

5. Do’a Orang Yang Berpuasa Ketika Berbuka

6. Do’a Pemimpin Yang Adil
Dari Abu Hurairah ra., secara marfu’, “Ada tiga golongan
yang do’anya tidak ditolak, orang yang berpuasa hingga
berbuka, do’a pemimpin yang adil dan do’a orang yang
teraniaya. Allah akan mengangkat do’a mereka ke atas
awan, membukakan pintu-pintu langit untuknya, dan
berfirman, ‘Demi kemuliaan-Ku, sungguh, Aku akan
menolongmu walaupun dengan selang waktu’” (HR.
Tirmidzi, dll. Dinilai hasan oleh al-Albani)

7. Doa Anak Shaleh
Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah ra., “Apabila manusia mati, maka terputuslah
amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyyah,
ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih yang
mendo’akan orang tuanya” (HR. Muslim)

8. Do’a Orang Yang Berada Dalam Keadaan Darurat
Allah SWT berfirman: “Atau siapakah yang
memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan
apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang
menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu
(manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping
Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu
mengingati(Nya)”. (QS. An-Naml 27: 62)

9. Do’a Orang Yang Tidur Dalam Keadaan Suci Dan
Berdzikir
Dari Mu’adz bin Jabal, dari Rasulullah SAW, beliau
bersabda, “Apabila seorang muslim tidur dalam keadaan
berdzikir dan suci, lalu terbangun di malam hari,
kemudian berdo’a kepada Allah SWT meminta kebaikan
dunia dan akhirat, maka pasti Allah akan memberikan
kepadanya”. (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dinyatakan
Shahih oleh al-Albani)

10. Berdo’a Dengan Menggunakan Do’a Dzun Nun
(Do’a Nabi Yunus alaihissalam)
Dari Sa’ad bin Abi Waqash ra., ia berkata, “Rasulullah
SAW bersabda, ‘Do’a Dzun Nun (Nabi Yunus
alaihissalam) ketika berada di dalam perut ikan: ‘Laa
ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu min Azh-
zhaalimiin’. Jika seorang berdo’a dengannya memohon
sesuatu, niscaya Allah akan mengabulkannya’” (HR.
Tirmidzi dll., dinyatakan shahih oleh al-Albani)

11. Do’a Orang Yang Terbangun Di Malam Hari
Dengan Do’a Yang Ma’tsur
Dari Ubadah bin Shamit ra., dari nabi Muhammad SAW,
bahwasanya beliau bersabda, “Brangsiapa yang terjaga
di malam hari, lalu mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallaahu
wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu,
wahuwaa ‘alaa kulli syai’in qadiir, Alhamdulillaah,
wasubhanallaah, wa laa ilaaha illallaah, wallahu akbar,
wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah’ (Tidak ada
Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Bagi-Nyalah seluruh kerajaan dan bagi-Nya pula segala
pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji
bagi Allah, Maha Suci Allah, tidak ada Tuhan selalin
Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan
kecuali dengan pertolongan Allah). Kemudian
mengucapkan: ‘Allahummaghfir lii’ (Ya Allah, ampunilah
aku). Atau do’a yang lain, niscaya akan dikabulkan
do’anya. Jika ia berwudhu’ dan shalat, maka diterimalah
shalatnya” (HR. Bukhari, dll)

12. Do’a Anak Yang Berbakti Kepada Kedua Orang
Tuanya
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW
bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat
derajat seorang hamba yang shalih di surga, lalu ia
bertanya, ‘Dari mana aku memperoleh derajat ini?’.
Allah SWT berfirman, ‘Dengan permohonan ampun
anakmu untukmu’” (HR. Ahmad, sanadnya dinyatakan
shahih olh Ibnu Katsir)

13. Do’a Orang Yang Menunaikan Haji, Umrah Dan
Berperang Di Jalan Allah SWT
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar
ra., dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda,
“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang
menunaikan haji, dan orang yang menunaikan umrah
adalah utusan-utusan yang menghadap kepada Allah.
Mereka dipanggil oleh-Nya, lalu mereka memenuhi
panggilan-Nya, dan mereka pun meminta kepada-Nya,
maka Allah akan memberinya” (HR. Ibnu Majah,
dinyatakan hasan oleh al-Albani)

14. Do’a Orang Yang Banyak Berdzikir Kepada
Allah SWT
Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Muhammad SAW,
beliau bersabda, “Ada tiga golongan yang do’anya tidak
akan ditolak, yaitu orang yang banyak berdzikir kepada
Allah, orang yang teraniaya, dan pemimpin yang
adil” (HR. al-Baihqi dan ath-Thabrani, dinyatakan hasan
oleh al-Albani)

15. Do’a Orang Yang Dicintai Dan Diridhai Oleh
Allah SWT
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW
bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman,
‘Barangsiapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku
menyatakan perang dengannya. Hamba-Ku tidak akan
dapat mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu
yang lebih Aku sukai daripada apa yang telah Aku
wajibkan kepadanya. Hamba-Ku terus mendekatkan
dirinya kepada-Ku dengan amalan-amalan nafil,
sehingga Aku mencintainya. Maka jika Aku telah
mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang
dengannya ia mendengar, penglihatannya yang
dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia
memegang dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika
ia meminta kepada-Ku, pasti Aku akan memberinya. Jika
ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku akan
melindunginya. Aku tidak pernah ragu-ragu dalam
sesuatu yang Aku kerjakan seperti keraguan-Ku untuk
mencabut nyawa seorang mukmin. Hal itu karena ia
tidak suka mati, sedangkan Aku tidak suka keburukan
terjadi kepadanya’” (HR. Bukhari)

16. Orang Yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat
Lapang Dan Bahagia
Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda. “Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada
saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak
berdoa pada saat lapang”. (HR. Tirmidzi, dan al-Hakim.
Dishahihkan oleh Imam Dzahabi dan di hasankan oleh
Al-Albani).
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di
atas adalah hendaknya seseorang memperbanyak doa
pada saat sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan,
sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan
siaga sebelum membidikkan panah. Maka sangat baik
jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah
sebelum datang bencana berbeda dengan orang kafir
dan zhalim sebagaimana firman Allah SWT.
“Dan apabila manusia itu ditimpa
kemudharatan, dia memohon (pertolongan)
kepada Tuhannya dengan kembali kepada-
Nya ; kemudian apabila Tuhan memberikan
nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan
kemudharatan yang pernah dia berdoa
(kepada Allah) untuk (menghilangkannya)
sebelum itu”. (QS. Az-Zumar : 8).
Dan firman Allah SWT:
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia
berdoa kepada Kami dalam keadaan
berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah
Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia
(kembali) melalui (jalannya yang sesat),
seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada
Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang
telah menimpanya”. (QS. Yunus : 12)

17. Doa Orang Dalam Keadaan Terpaksa.
Allah SWT berfirman. “Atau siapakah yang
memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan
apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan
kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia)
sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada
Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu menginga
(Nya)”. (QS. An-Naml : 62)
Imam As-Syaukani berkata bahwa ayat diatas
menjelaskan betapa manusia sangat membutuhkan Allah
dalam segala hal terlebih orang yang dalam keadaan
terpaksa yang tidak mempunyai daya dan upaya.
Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud
dengan orang terpaksa adalah orang-orang yang
berdosa dan sebagian yang lain berpendapat bahwa
yang dimaksud terpaksa adalah orang-orang yang hidup
dalam kekurangan, kesempitan atau sakit, sehingga
harus mengadu kepada Allah. Dan huruf lam dalam
kalimat Al-Mudhthar untuk menjelaskan jenis bukan
istighraq (keseluruhan). Maka boleh jadi ada sebagian
orang yang berdoa dalam keadaan terpaksa tidak
dikabulkan dikarenakan adanya penghalang yang
menghalangi terkabulnya doa tersebut. Jika tidak ada
penghalang, maka Allah telah menjamin bahwa doa
orang dalam keadaan terpaksa pasti dikabulkan. Yang
menjadi alasan doa tersebut dikabulkan karena kondisi
terpaksa bisa mendorong seseorang untuk ikhlas
berdoa dan tidak meminta kepada selain-Nya.

"SEMOGA BERMANFAAT"

Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar