mampir sedelot
some_text some_text some_text

LAMPURA

SALAM DAMAI INDONESIA

Sabtu, 12 Mei 2012

Bisikan Baik&Jahat




#BISIKAN YANG BAIK#


ﻟَﺎ ﺧَﻴْﺮَ ﻓِﻲ ﻛَﺜِﻴﺮٍ ﻣِﻦْ ﻧَﺠْﻮَﺍﻫُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺃَﻣَﺮَ ﺑِﺼَﺪَﻗَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻣَﻌْﺮُﻭﻑٍ ﺃَﻭْ ﺇِﺻْﻠَﺎﺡٍ ﺑَﻴْﻦَ
ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﺑْﺘِﻐَﺎﺀَ ﻣَﺮْﺿَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻧُﺆْﺗِﻴﻪِ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ
) ١١٤ )
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan
mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang
menyuruh (manusia) memberi shadaqah, atau berbuat
ma´ruf, atau mengadakan perdamaian di antara
manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian
karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami
memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. 4:114)
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abud dardaﻭ bersabda:
“Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu (amal)
yang lebih utama dari puasa, sholat dan shodaqoh?”
Mereka menjawab: “Tentu saja, wahai Rasulullah!”
Beliau Bersabda: “Mendamaikan antara
dua orang yang bersengketa.” Beliau bersabda: “Dan
perusak hubungan antara manusia itu adalah tukang
pangkas.” (Yakni pemangkas agama)
At-Tirmidzi mengatakan: “Hadits ini hasan
Shahih.” [Ahmad (VI/444), Abu Dawud (no. 4919) dan
at-Tirmidzi (no. 2509). [Shahih: Dishahihkan oleh
Syaikh al-Albani dalam kitabnya Shahiihul
Jaami' (no. 2595)]].
Oleh karena itu Allah SWT ber berfirma: “Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah,” yakni ia
melakukannya ikhlas semata-mata untuk meraih pahala
di sisi Allah
Dan firman-Nya [ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻧُﺆْﺗِﻴﻪِﺃَﺟْﺮًﺍﻋَﻈِﻴﻤًا ] “Maka kelak
kami memberi kepadanya pahala yang besar.” Yakni
pahala yang melimpah lagi luas.
[Shahih Tafsir Ibnu Katsier (II/659-661)]

#BISIKAN JAHAT#

Bisikan-bisikan yang masuk dalam hati kita tidaklah
kita berdosa kerananya kerana ia di luar kehendak
kita. Sabda Nabi –sallallahu ‘alaihi wasallam-;
“Sesungguhnya Allah tidak mengambil kira dari
umatku apa yang dibisikkan oleh dirinya selagi ia tidak
menuturkannya atau tidak melakukannya” . (HR Imam
al-Bukhari dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-).
Dari hadis dapat kita fahami bahawa; suatu kejahatan
yang dibisikkan oleh hati kita belumlah dikira dosa ke
atas kita selagi kita tidak menzahirkannya sama ada
dalam bentuk ucapan atau amalan/perbuatan.
Bisikan-bisikan jahat itu janganlah dihiraukan atau
diambil peduli. Sabda Rasulullah; “Syaitan akan datang
kepada salah seorang dari kamu dan bertanya
kepadanya (untuk menimbulkan kesangsian); ‘Siapakah
yang mencipta makhluk sekian dan sekian? Hingga
akhirnya ia bertanya; ‘Siapa pula yang mencipta Tuhan
kamu?’. Maka apabila sampai ke tahap itu, hendaklah
ia memohon perlindungan Allah (dari bisikan Syaitan
itu) dan hendaklah ia berhenti”. (HR Imam Muslim dari
Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-).
Dalam hadis ini Rasulullah mengajar kita bagaimana
menghadapi bisikan keraguan dari Syaitan khususnya
yang menyentuh tentang zat Tuhan, iaitu dengan kita
segera menohon perlindungan dari Allah dan berhenti
dari melayani bisikan itu. Berkata Imam an-Nawawi;
maksud ungkapan baginda “…hendaklah ia memohon
perlindungan Allah (dari bisikan Syaitan itu) dan
hendaklah ia berhenti…” ialah; “Apabila Syaitan
membentangkan bisikan tersebut kepadanya,
hendaklah ia segera berlindung kepada Allah untuk
menangkis kejahatan Syaitan itu dan hendaklah ia
berpaling dari memikirkan bisikan itu. Hendaklah ia
menyedari bahawa itu adalah bisikan Syaitan dan
Syaitan sentiasa mencari jalan untuk merosakkan
manusia dan menyesatkannya. Maka hendaklah ia
berpaling dari memberi perhatian kepada bisikan
Syaitan itu dan segera memutuskannya dengan
menyibukkan diri dengan perkara lain” (Imam an-
Nawawi, Syarah Soheh Muslim, juz. 2, kitab al-Iman,
bab Bayan al-Waswasah fi al-Iman wa ma yaquluhu
man wajadaha).
Di antara doa yang amat baik untuk dibaca untuk
memohon perlindungan dari Allah bagi diri –selain
dari lafaz al-Isti’azah- ialah doa di akhir surah al-
Baqarah;
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻻَ ﺗُﺆَﺍﺧِﺬْﻧَﺎ ﺇِﻥ ﻧَّﺴِﻴﻨَﺎ ﺃَﻭْ ﺃَﺧْﻄَﺄْﻧَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﺤْﻤِﻞْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺇِﺻْﺮﺍً ﻛَﻤَﺎ ﺣَﻤَﻠْﺘَﻪُ
ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦ ﻗَﺒْﻠِﻨَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﺗُﺤَﻤِّﻠْﻨَﺎ ﻣَﺎ ﻻَ ﻃَﺎﻗَﺔَ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨَّﺎ ﻭَﺍﻏْﻔِﺮْ
ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ ﺃَﻧﺖَ ﻣَﻮْﻻَﻧَﺎ ﻓَﺎﻧﺼُﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ
“Wahai Tuhan kami! janganlah Engkau menghukum
kami jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan
kami! janganlah Engkau pikulkan ke atas Kami bebanan
yang berat sebagaimana yang telah Engkau pikulkan ke
atas orang-orang yang terdahulu dari kami. Wahai
Tuhan kami! janganlah Engkau bebani kami dengan apa
yang Kami tidak terdaya menanggungnya. Dan
maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa
kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah
penjaga kami, oleh itu, bantulah kami untuk mencapai
kemenangan terhadap orang-orang kafir”. (Surah al-
Baqarah, ayat 286).
Wallahu a’lam.
Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar